GfG5BUOlGSMpTpM5TUM7Gfr7BA==
Light Dark
Tarekat Tijaniyah: Sejarah, Ajaran, dan Penyebaran

Tarekat Tijaniyah: Sejarah, Ajaran, dan Penyebaran

Daftar Isi
×


1. Pengertian dan Sejarah Tarekat Tijaniyah  
Tarekat Tijaniyah adalah salah satu tarekat sufi yang didirikan oleh Syekh Ahmad at-Tijani (1737–1815 M) di Aljazair dan berkembang luas di Afrika Utara, Afrika Barat, dan beberapa bagian dunia Islam lainnya, termasuk Indonesia.  

Syekh Ahmad at-Tijani mengklaim bahwa tarekat ini langsung berasal dari Rasulullah ﷺ melalui mimpi dan mukasyafah (penyingkapan spiritual). Oleh karena itu, Tijaniyah memiliki beberapa perbedaan dari tarekat-tarekat lainnya.  

2. Silsilah Spiritual (Sanad) Tarekat Tijaniyah  
Berbeda dari tarekat lain yang memiliki sanad panjang hingga Rasulullah ﷺ melalui para wali sebelumnya, Tijaniyah langsung bersandar kepada Rasulullah ﷺ. Syekh Ahmad at-Tijani menyatakan bahwa:  

- Beliau menerima tarekat ini langsung dari Rasulullah ﷺ melalui mimpi dan wahyu kasyf.  
- Oleh karena itu, Tijaniyah tidak mengikuti silsilah tarekat tradisional seperti Qadiriyah atau Naqshbandiyah.  

Tokoh utama dalam tarekat ini:  
1. Rasulullah Muhammad ﷺ  
2. Syekh Ahmad at-Tijani (1737–1815 M, pendiri Tijaniyah)  
3. Syekh Ali Harazim (murid utama, penulis kitab utama Tijaniyah)  
4. Syekh Muhammad al-Hafiz  
5. Para mursyid Tijaniyah di berbagai negara  

3. Prinsip dan Ajaran Tarekat Tijaniyah  
Tarekat Tijaniyah memiliki beberapa prinsip utama yang membedakannya dari tarekat lain:  

1. Sumber Langsung dari Rasulullah ﷺ  
   - Syekh Ahmad at-Tijani menyatakan bahwa tarekat ini diberikan langsung oleh Nabi Muhammad ﷺ tanpa perantara guru-guru sebelumnya.  

2. Tidak Boleh Mengamalkan Tarekat Lain  
   - Pengikut Tijaniyah tidak diperbolehkan mengamalkan tarekat lain setelah masuk Tijaniyah.  

3. Zikir yang Mudah dan Tidak Berat  
   - Tijaniyah tidak menekankan latihan spiritual yang berat seperti khalwat atau riyadhah keras.  

4. Kelebihan Wirid Tijaniyah  
   - Dikatakan bahwa wirid Tijaniyah lebih utama dibanding wirid lain dan memberikan keutamaan luar biasa bagi pengamalnya.  

4. Wirid dan Zikir dalam Tarekat Tijaniyah  
Tarekat Tijaniyah memiliki wirid khusus yang harus dibaca oleh pengikutnya:  

1. Dzikir Lazimah (dibaca setiap hari, wajib bagi pengikut Tijaniyah):  
   - Istighfar (Astaghfirullah) → 100 kali  
   - Shalawat (Shalawat Fatih) → 100 kali  
   - Tahlil (Lâ ilâha illallâh) → 100 kali  

2. Dzikir Hailalah  
   - Bacaan Lâ ilâha illallâh dilakukan dalam jumlah besar untuk mencapai kesadaran tauhid.  

3. Shalawat Fatih  
   - Shalawat khusus yang diyakini memiliki keutamaan sangat besar, bahkan lebih utama dari shalawat biasa.  

4. Wird Tijaniyah  
   - Bacaan wirid yang harus dibaca setiap pagi dan sore, serta pada waktu tertentu sesuai bimbingan mursyid.  

5. Penyebaran Tarekat Tijaniyah  
Tarekat Tijaniyah berkembang pesat di:  

- Afrika Utara (Aljazair, Maroko, Tunisia)  
- Afrika Barat (Senegal, Nigeria, Mali)  
- Mesir dan Sudan  
- Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia)  

Di Indonesia, tarekat ini mulai berkembang melalui para ulama yang belajar di Timur Tengah dan Afrika. Beberapa komunitas Tijaniyah ditemukan di Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.  

6. Perbedaan Tarekat Tijaniyah dengan Tarekat Lain  

Berikut adalah tabel perbedaannya :  
Aspek Tarekat Tijaniyah Tarekat Qadiriyah Tarekat Naqshbandiyah Tarekat Syattariyah
Sumber Ajaran Langsung dari Rasulullah ﷺ Syekh Abdul Qadir al-Jailani Syekh Bahauddin Naqshband Syekh Abdullah asy-Syattar
Metode Zikir Zikir Jahr (lantang) & Wirid khusus Zikir Jahr (lantang) Zikir Khafi (diam, dalam hati) Zikir Khafi (diam, dalam hati)
Keunikan Tidak boleh mengikuti tarekat lain Menekankan mujahadah (latihan berat) Disiplin ketat dalam ibadah Fleksibel, tidak menekankan latihan berat
Penyebaran di Dunia Afrika Utara, Afrika Barat, Indonesia Timur Tengah, India, Asia Tenggara Turki, Asia Tengah, Indonesia India, Timur Tengah, Indonesia
Penyebaran di Indonesia Sumatra, Jawa, Sulawesi Sumatra, Jawa Seluruh Nusantara Sumatra Barat, Aceh, Jawa


7. Kontroversi Tarekat Tijaniyah  
Tarekat Tijaniyah memiliki beberapa kontroversi, terutama dalam aspek berikut:  

1. Klaim sebagai Tarekat Terakhir  
   - Syekh Ahmad at-Tijani menyatakan bahwa tidak ada tarekat lain setelah Tijaniyah, yang menimbulkan kritik dari tarekat-tarekat lain.  

2. Keutamaan Shalawat Fatih  
   - Beberapa ulama mempertanyakan klaim bahwa Shalawat Fatih lebih utama daripada shalawat lainnya, karena tidak ada dalil kuat yang mendukungnya.  

3. Tidak Boleh Mengikuti Tarekat Lain  
   - Ketentuan bahwa pengikut Tijaniyah tidak boleh mengamalkan tarekat lain juga menjadi perdebatan di kalangan sufi.  

Namun, meskipun ada kontroversi, tarekat ini tetap berkembang pesat dan memiliki banyak pengikut di dunia Islam.  

8. Kesimpulan  
Tarekat Tijaniyah adalah salah satu tarekat sufi yang berkembang di Afrika dan sebagian wilayah dunia Islam, termasuk Indonesia. Keunikannya adalah klaim bahwa ajarannya diterima langsung dari Rasulullah ﷺ oleh Syekh Ahmad at-Tijani.  

Dengan wirid sederhana tetapi memiliki keutamaan tinggi, tarekat ini menarik banyak pengikut. Meskipun memiliki beberapa kontroversi, Tijaniyah tetap menjadi salah satu tarekat paling berpengaruh di dunia Islam.  

0Komentar